10 Kata-Kata Mutiara Jose Mourinho Yang Penuh Pesan Moral

10 Kata-Kata Mutiara Jose Mourinho Yang Penuh Pesan Moral

Selama ini, karakter flamboyan dan kutipan Mourinho memang dikenal menjadi salah satu yang paling seksi bagi kalangan wartawan.

Jose Mourinho kembali menganggur. Untuk sementara, kita kehilangan juru taktik yang dalam ilmu komunikasi gaya bertuturnya masuk dalam golongan low context communication alias konteks budaya rendah.

Baca juga MESSI BANTU EL BARCA JUARA COPA DEL REY

Menurut antropolog Amerika dan peneliti lintas budaya, Edward T. Hall, definisi konteks budaya rendah secara singkat ditandai dengan pesan verbal dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, dan terus terang. Biasanya, low context culture terdapat pada masyarakat yang menganut budaya individual.

Jose Mourinho sekali bukan?

Sebaliknya untuk orang dengan gaya bertutur high context communication. Tipe ini ditandai dengan banyaknya simbol atau makna tersembunyi dalam setiap interaksi. Pernyataannya kerap dibungkus atau berputar-putar sebelum menjelaskan maksud dan inti masalah.

Sepertinya Ole Gunnar Solskjaer masuk dalam deskripsi di atas.

Maaf Ole, tapi artikel ini titik beratnya adalah Mou. Nama terakhir dipecat Tottenham Hotspur per Senin (19/4) atau menjelang final Piala Liga Inggris kontra Manchester City, akhir pekan ini.

Mou identik dengan trofi bagi setiap tim yang dilatihnya. Ada isu menarik, ia dipecat buru-buru oleh Daniel Levy agar uang pesangonnya tidak lebih besar andai Spurs menjuarai Piala Liga dan sang pelatih—yang sudah dipertimbangkan untuk dilepas—dipecat setelahnya.

Maka, sebagai tribute, berikut ini adalah 10 kata-kata “bijak” Jose yang pernah mengubah segalanya:

1. Mourinho dalam sebuah kesempatan.

“Saya tidak pernah menjadi juara dengan emosi. Saya juara di Porto dua kali dengan gap keunggulan 20 poin dan 16 poin, itu serupa saat saya di Chelsea. Saya tidak pernah merasa harus memainkan pertandingan terakhir, membutuhkan poin untuk menjadi juara, dan malam yang membuat tidak bisa tidur sehari sebelumnya.”

2. Mou kala diperkenalkan sebagai manajer Chelsea pada periode pertama.

“Tolong jangan panggil saya arogan karena apa yang saya katakan itu benar. Saya juara Eropa. Saya bukan salah satu yang keluar dari botol, saya pikir saya seorang yang spesial.”

3. Mourinho kepada televisi Portugal, SIC, pada 2012 silam.

“Suka atau tidak, saya satu-satunya pelatih yang memenangkan tiga liga paling penting di dunia. Jadi, mungkin bukan ‘The Special One’, orang harus mulai memanggil saya ‘The Only One’.”

4. Mourinho mengenalkan istilah “parkir bus” saat Chelsea diimbangi Spurs pada 2004.

“Seperti yang kami katakan di Portugal, mereka membawa bus dan mereka meninggalkannya di depan gawang. Frustrasi jika saya menjadi suporter yang membayar £50 untuk menonton pertandingan ini karena Spurs datang untuk bertahan. Hanya ada satu tim yang ingin menang, mereka hanya datang untuk tidak kebobolan. Itu tidak adil untuk sepak bola yang kami mainkan.”

5. Mourinho pada fase grup sebelum akhirnya menjuarai Liga Europa musim 2016/17.

“Itu [Liga Europa] bukanlah kompetisi yang diinginkan Man United. Ini bukan yang saya inginkan atau para pemain inginkan, tapi ini adalah kompetisi di mana kami berada dan itulah kenyataannya.”

6. Mou saat diperkenalkan sebagai pelaitih Real Madrid pada 2010

“Saya bukan anti Barcelona. Saya adalah pelatih Real Madrid, tapi Barca tidak pernah bikin saya khawatir. Fokus saya saat ini adalah mengembangkan Real. Barca adalah rival yang hebat dan kami menghormati mereka. Jika saya dibenci di Barcelona, itu urusan mereka. Ketakutan bukanlah kata dalam kamus sepakbola saya.”

7. Mou saat Spurs kalah di final Liga Champins 2019.

“Mauricio [Pochettino] memiliki empat tahun yang sangat bagus di Spurs. Ia mengantar klub ini ke final Liga Champions dan masih menunggu trofi pertama, tidak hanya bersama Spurs, tapi juga kariernya. Saya merasa sangat kasihan pada Mauricio.”

8. Mou saat dikritik mantan pelatih Juventus, Claudio Ranieri terkait metode kepelatihan pada 2008.

“Saya belajar bahasa Italia lima jam sehari selama berbulan-bulan untuk memastikan saya dapat berkomunikasi dengan para pemain, media dan penggemar. Ranieri telah berada di Inggris selama lima tahun dan masih berjuang untuk mengucapkan ‘selamat pagi’ dan ‘selamat sore.”

9. Mou pasca-Cristiano Ronaldo memenangkan Ballon d’Or 2008.

“Ronaldo adalah pemain bagus, tapi dia jelas bukan yang terbaik. Dia pantas mendapatkan penghargaan Ballon d’Or karena timnya memenangkan Liga Champions dan Liga Primer Inggris. Tapi, bagi saya, [Zlatan] Ibrahimovic adalah yang terbaik.”

10. Mou kepada seterunya di Liga Champions, Frank Rijkaard, kala nama terakhir melatih Barcelona.

“Sejarah saya sebagai manajer tidak bisa dibandingkan dengan sejarah Frank Rijkaard. Dia tidak memiliki trofi dan saya memiliki banyak trofi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *