Liga Premier Inggris Menyetujui Akusisi The Magpies Oleh Pihak Arab

Inggris – Pengambil alihan klub Liga Premier Newcastle United akhirnya mendapat lampu hijau dari boss Liga Premier  dengan kesepakatan nominal 300 juta Poundsterling atau setarah dengan 5,3 Triliun Rupiah.

Kesepakatan ini sempat terhenti karena terjadinya pandemi covid – 19 dan juga ada penolakan terjadi karena Arab dianggap pihak yang sering bermasalah. Dari dugaan pelanggaran HAM, sampai isu hak siar Liga Premier.

Amanda Staveley yang memboyong Dana Investasi Publik (PIF), Konsorsium Arab Saudi yang di pimpin oleh Pangeran Mohammed Bin Salman untuk mengakusisi The Magpies- Julukan Newcastle United.

“Premier League Inggris memberikan lampu hijau untuk menyelesaikan akuisisi Saudi,” tulis El Ekhbariya, media yang dijalankan Menkominfo Arab Saudi itu, seperti dilansir talkSport.

Para fans Newcastle United mengharapkan lengsernya kepemilik saat ini Mike Ashley yang sudah tiga belas tahun kepemilikan ya, selama dalam kepemilikan Mike Ashley, Newcastle pernah mengalami masa gelapnya terdegradasi ke Liga Championship selama dua kali.

“Dalam Masa Gelap”

Di masa masa gelap Newcastle pernah menjual pemain pemain topnya karena kurangnya dana investasi dari sang pemilik Mike Ashley, dan dampak dari itu terlihat juga dari kamp pelatihan klub yang tidak terurus.

Saat ini dengan datangnya Finansial dari Pangeran Mohammed Bin Salman dengan miliader pengusaha Inggris Amanda Staveley, akan menyelamatkan The Magpies dengan target untuk memenangkan Liga.

Pelatih Newcastle saat ini, Steve Bruce mengatakan dia dalam masa tidak baik karena dengan tantangan yang akan di berikan untuk mengubah Newcastle mendapatkan juara atau masuk dalam Liga Eropa saat ini.

Sempat terdengar isu akan adanya pergantian kepelatihan dari Steve Bruce dengan calon kandidat antara Mauricio Pochettino dan Rafa Benitez, tetapi Steve Bruce mengatakan: “Jika itu baik untuk Newcastle – dan klub akan mencoba untuk bersaing dengan tim-tim ini – untuk menjadi bagian dari itu akan menjadi hebat.

“Aku akan kembali, tentu saja aku akan melakukannya.”

Support By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *