Kegagalan Setan Merah Mengasah Wonderkids

Inggris – Manchester United telah terkenal karena menghasilkan talenta kelas satu yang menghiasi Liga Premier selama bertahun-tahun.

Darron Gibson saat di bawah asuhan Sir Alex Ferguson

Disini kita akan membahas yang wonderkids yang gagal menjadi bintang di Setan Merah – Julukan Manchester United, di mulai dari Danny Gibson adalah mantan pemain muda Manchester yang sempat di puji oleh Sir Alex Ferguson sebagai “The New Scholes” .

Dengan kepercayaan dari Sir Alex Ferguson ini tidak menjadi hal yang mudah untuk membentuk seorang bintang muda.

Di beli dari tim muda Norwegia Odense, dia menandatangani kontrak profesional pada 2002 dengan penampilanya yang mengesankan di akademi Manchester United.

Gibson sempat mengecewakan Sir Alex Ferguson karena mendapatkan hukuman dua belas bulan di lembaga pelanggar muda karena mengemudi sembrono, dengan rekan setimnya, Callum Flanagan di jalanan umun dengan berakhir kecelakan yang parah.

Mereka di jatuhi  hukuman masing masing dua belas dan delapan bulan di lembaga pelanggaran muda dengan keduanya di larang mengemudi selama tiga tahun.

Kecelakaan mobil yang terjadi saat bersama Callum Flanagan

Setelah setahun menyelesaikan hukuman ya dia kembali memulai karir sepak bolanya di Odense dan bahkan sempat mendapat panggilan dari Tim Nasional.

Pada tahun 2009 Gibson sudah mulai tidak bergairah dengan permainan sepak bola, dia memutuskan untuk pensiun pada usia 25 tahun.

Saat kembali bermain sepak bola bersama Odense

Dua tahun kemudian dia kembali, dengan mencoba menjadi pelatih di tim Kerteminde di Denmark.

FEDERICO MACHEDA

Federico Macheda saat mencetak gol di detik detik terakhir saat menang melawan Aston Villa

Penyerang asal Italia ini sempat menyebutkan bahwa dirinya pemain supersub terbaik dengan mencetak gol di detik detik terakhir untuk kemenangan 3 – 2 atas Aston Villa pada tahun 2009.

Macheda sempat di puji Fergie sebagai Penyerang terbaik dalam tim ya yang saat itu memiliki penyerang seperti Wayne Rooney, Michael Owen, dan Dimitar Berbatov.

Karena masalah cedera menjadi performa ya memburuk menghantam karirnya seperti kutukan yang tidak bisa di hilangkan pada Sampdoria, QPR, Stuttgart, Doncaster, Birmingham, Cardiff, dan Nottingham Forest semakin turun kasta dari persepak bolaan dunia.

Mencoba keberuntungan ya bersama QPR

Di titik terendah Macheda pernah mencoba pindah ke tim Serie B Bari tetapi gagal mendapatkan kontrak setelah itu dia bergabung dengan Novara Calcio.

Di tahun 2018 terjadi peningkatan saat bermain di salah satu tim Liga Yunani bersama Panathinaikos.

DONG FANGZHOU

Dong Fangzhou pemain menjanjikan dari china

Dong Fangzhou adalah pemain dari Tiongkong yang memiliki harapan besar dari China, yang sempat di rekrut Fergie di masa mudanya.

Di rekrut pada tahun 2004 dengan bayaran 3,5 juta Poundsterling, Fergie menyebutnya sebagai “Bakat Ekplosif” dan percaya bahwa dia memiliki kecepatan dan fisik untuk bermain di Liga Premier.

Karena belum mendapatkan izin kerja, Fangzhou di pinjamkan di klub Royal Antwerp di negara Belgia.

Pada saat dia mendapat Izin kerja di negara Inggris, Fangzhou terbentur dengan bahasa yang menjadi hambatan besar.

Pada tahun 2008 kontraknya bersama Manchester United di batalkan karena masalah komunikasi dan ini dia berjanji akan kembali bermain di China.

di tahun 2015 Fangzhou tampil di sebuah acara Realiti Tv China

Baru baru ini Fangzhou menampakan dirinya di reality TV China setelah melakukan operasi plastik pada wajahnya setelah bertahun tahun dia tidak menampakan dirinya di media.

RODRIGO POSSEBON

Rodrigo Possebon mendapat takle keras yang mengakhiri karir sepakbolanya

Pemain ini terlahir dengan nama pemain bola, akan tetapi sayangnya tiba tiba menghilang sepenuhnya.

Pencari bakat muda Manchester United menemukanya di Internacional pada tahun 2008 dan menrekrutnya ke Setan Merah.

Kabar buruk melanda pada dalam pertandingan melawan Middlesbrough di Piala Liga, dia mendapatkan tekel parah yang menyebabkan cedera parah yang hampi mematahkan kakinya oleh Emanuel Pogatetz.

Dia menepi selama beberapa bulan dan tidak pernah mendapatkan kesempatan kembali untuk bermain  di tim utama, membuat dia hanya dapat bermain tiga penampilan saja pada akhir karirnya yang pendek di raksasa Liga Premier itu.

Setelah itu dia pindah ke Braga dengan status pinjaman sebelum kembali ke Brasil untuk bermain bersama Santos, juga gagal mendapatkan performa terbaiknya lagi di sana.

Rodrigo Possebon menghabiskan waktu 7 bulan dan pada saat kembali bermain tidak lagi mendapatkan performa yang sama

Possebon terakhir kali ya terlihat bermain di sepak bola Vietnam untuk kota Oh Chi Minh, dan mengakhiri kontraknya karena gagal mengesankan.

ANGELO HENRIQUEZ

Angelo Henriquez sempat di julukin The Nex Marcelo Salas

Penyerang asal Chili ini adalah pemain yang sangat di inginkan oleh pencari bakat Manchester United, sehingga Manchester United mendapatkan tanda tanggan ya pada saat berusia 15 tahun dengan bayaran yang empat juta poundsterling pada tahun 2009.

Di Universidad de Chile dia menunjukan janjinya dengan sebelas kali bermain dari tujuh belas pertandingan.

Henriquez tiba di Manchester pada tahun 2012 dengan banyak keceriahan, dan menjadi pemain cadangan di Manchester United.

Menyadari bahwa dirinya gagal masuk tim utama, dengan Manchester United  meminjamkan pemain berjulukan “Marcelo Salas Baru” ini ke Wigan setahun kemudian.

Dia mencetak gol pada debutnya di Liga Premier, dan mengakhiri musin dengan menjadi pemenang Piala FA.

Setahun kemudian dia di pinjamkan kembali ke Real Zaragoza di divisi kedua Spanyol.

Dan itu tidak berjalan baik, Henriquez sempat menemukan performa terbaiknya pada saat menjadi pemain pinjaman di klub Kroasia untuk tim Dinamo Zagreb pada tahun 2014 ketika itu ia mencetak 30 gol dalam 37 pertandingan di semua kompetisi.

setelah keluar dari kutukanya di Kroasia di Dinamo Zagreb. Dia kembali bermain di Chili

Dengan Statistik yang positif ini membuat Manchester United mengambil langkah mempermanenkan pemain itu pada tahun 2015, tetapi setelah itu tidak sesuai harapan performanya dan berujung kembali bermain di Universidad de Chile.

David Bellion

David Bellion setelah di beli dari Sunderlan di tahun 2003

Sebenarnya Sunderland yang membawa Bellion ke Manchester United pada tahun 2001 ketika ia masi remaja setelah ia membintangi tim muda Cannes.

Tapi Man. United mendapatkanya pada dia berusia 20 tahun dengan keyakinan bahwa Bellion dapat menjadi Thierry Henry berikutnya.

Salah satu faktor yang menjadi daya tarik David Bellion adalah dia memenangkan Sprint National Indoor Youth Championship 60 meter pada tahun 2001.

Namun, di lapangan sepakbola pemain tersebut tidak menbuktikan sprintnya saat menjadi seorang striker.

Hal ini menyebabkan Bellion mulai di pinjamkan ke West Ham dan Nice, sebelum ia kembali ke Prancis.

Bellion saat permainan terbaiknya di Bordeux

Bordeux menjadi tim terbaik ya selama bertahun tahun dari 2007 hingga 2014, dimana dia mencetak 20 gol dalam 114 pertandingan.

Sebelum pensiun pada tahun 2016 dia sempat mengakhiri karirnya di klub Liga Prancis Red Star.

Ben Thornley

Ben Thornley saat menjadi pemain muda terbaik di tahun 1992

Lebih banyak nasib sial di bandingkan performa buruknya di lapangan.

Thornley adalah salah satu dari Era Fergie, sempat di sebut sebut pemain muda yang terbaik pada generasi Ryan Giggs dan David Beckham.

Thornley memenangkan Piaal FA Youth Cup di tahun 1992

Gelandang sayap kiri yang cepat dan sulit untuk di hentikan, Thornley membantu United memenangkan FA Youth Cup pada 1992 dan menjadi bintang pada pertandingan itu.

Fergie berharap dia menjadi tim reguler pertama, dan memperkenalkannya ke tim utama sebagai pemain cadangan dalam pertandingan dengan West Ham pada tahun 1994.

Setelah dua bulan kemudian mendapat tekel keras dari Nicky Marker dalam pertandingan menjadi pemain cadangan melawan Blackburn membuat lututnya remuk.

Setelah beristirahat selama satu tahun dari lapangan sepak bola, dia tidak pernah kembali menjadi pemain yang memiliki kecepatan dan kepercayaan diri pada saat sebelum mendapatkan cedera, Thornley sempat mencoba mencari kembali kepercayaan dirinya dengan bermain di liga yang lebih rendah di Huddersfield, Bury dan Halifax.

Autobiograpi dari Thornley yang di release tahun lalu

Saat ini Thornley bekerja sebagai komentator di MUTV dan merilis otobiografinya yang brilian pada tahun lalu.

Support By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *